Capture.JPG

Pasca ditemukannya pasangan suami istri di jalan Cipto Mangungkusumo, tewas bersimbah darah di rumahnya, kepolisian terus melakukan penyelidikan mengenai kasus tersebut. Jajaran kepolisian dari Polsekta Samarinda Seberang, dibantu Satreskrim Polresta Samarinda, hingga saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang, diantaranya warga sekitar, dan sopir angkutan kota, yang bekerja kepada korban.
Korban sendiri diketahui merupakan seorang pengusaha kendaraan angkutan kota dan memiliki usaha bengkel di rumahnya.

Kendati telah melakukan pemeriksaan di rumah dan lingkungan sekitar. Namun, kepolisian belum juga dapat menghimpun harta benda milik korban yang hilang. Sementara itu, kepolisian mengamankan dua senjata tajam yang ditemukan di rumah korban sebagai barang bukti. Saat ditemukan, senjata tajam tersebut terlumuri darah.

“Kesulitannya karena saat kejadian itu tidak ada yang lihat, tidak saksi saat kejadian, terlebih dari informasi yang kami terima, korban hanya tinggal berdua, tidak ada anak, dan keponakannya yang tinggal bersama korban, sedang berada di Sulawesi,” tambahnya. Untuk diketahui, korban tewas bersimbah darah atas nama Bahri (54) dan istrinya Tasnani (54), Jumat (30/6) silam, di rumahnya jalan Cipto Mangunkusumo, RT 9, Sengkotek, dan diketahui warga sekitar pukul 15.15 Wita.

Advertisements